Penelitian menunjukkan kanker payudara bisa muncul kembali setelah 15 tahun pengobatan

Pasien yang dinyatakan bebas kanker saat mereka menghentikan terapi mungkin akan terserang kembali setelah bertahun-tahun melalui tumor yang menyebar melalui tubuh mereka, sebuah penelitian baru-baru ini membuktikannya.

Para ilmuwan menganalisis data dari 88 uji klinis yang melibatkan 62.923 wanita, yang kesemuanya memiliki bentuk kanker payudara paling umum yang dipicu oleh hormon estrogen.

Setiap pasien menerima perawatan pil seperti tamoxifen atau aromatase inhibitor yang menghalangi efek estrogen atau mematikan suplai hormon.

Setelah lima tahun menjalani terapi, kanker mereka telah hilang. Tapi tetap terus memantau perkembangannya, dan ternyata penyakit ini bisa kembali dalam jangka waktu 15 tahun atau 20 tahun setelah diagnosis awal.

Peneliti utama Dr Hongchao Pan, dari Oxford University, mengatakan: “Sungguh luar biasa bahwa kanker payudara dapat tetap hidup begitu lama dan kemudian menyebar bertahun-tahun kemudian, dengan risiko ini tetap sama tahun demi tahun dan masih sangat terkait dengan ukuran kanker asli dan apakah telah menyebar ke nodus (kelenjar getah bening). ”

Wanita yang memiliki tumor besar serta kanker yang telah menyebar ke empat atau lebih kelenjar getah bening di dalam tubuhnya menghadapi risiko kekambuhan tertinggi, demikian hasil penelitian tersebut. Mereka memiliki 40% risiko kanker yang kembali di bagian tubuh yang berbeda selama 15 tahun setelah menghentikan pengobatan.

Untuk pasien yang didiagnosis dengan kanker kecil tingkat rendah yang belum menyebar resikonya adalah 10%.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa memperpanjang terapi hormon sampai 10 tahun mungkin lebih efektif untuk mencegah kambuhnya dan kematian kanker payudara.

Dokter telah lama mengetahui bahwa menggunakan tamoxifen dalam jangka waktu lima tahun dapat mengurangi risiko terjangkit kembali sekitar sepertiga dalam lima tahun setelah menghentikan pengobatan.

Baca Juga >>>  5 Penyebab Penyakit Kanker Payudara

Penghambat aromatase, yang hanya bekerja untuk wanita pasca menopause, diyakini lebih efektif.

Namun beberapa pasien memilih untuk menghentikan perawatan hormon lebih awal karena efek samping seperti gejala menopause, osteoporosis, nyeri sendi atau sindroma carpal tunnel.

About ivink3aray

Hobi explore hal baru, dan suka menulis tentang kesehatan di sekitar kita

View all posts by ivink3aray →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *