Mitos Dan Fakta Vaksin

Di jaman milenial ini  masih banyak orang yang kurang akan pengetahuan mitos dan fakta vaksin yang menurut beberapa penelitian bahwa vaksin itu adalah sebuah kewajiban yang harus diberikan kepada makhluk hidup baik itu manusia maupun hewan dengan tujuan agar tubuh yang di beri vaksin lebih kebal terhadap serangan virus dari luar.

Jadi secara Bahasa sendiri vaksin adalah sebuah zat yang bisa berupa zat kimia atau apapun yang di suntikan kepada kita atau makhluk hidup dengan tujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan virus ataupun bakteri tertentu agar virus atau bakteri itu tidak dapat tumbuh di dalam tubuh kita ataupun tidak dapat menyentuh bagian tubuh kita. Sampai saat ini terdapat banyak sekali jenis vaksin yang sudah beredar di Indonesia namun ada beberapa vaksin yang di khususkan dan di wajibkan di berikan kepada kita sebagai bentuk tindakan pencegahan lebih dini terhadap resiko terkena penyakit tertentu. Beberapa jenis vaksin yang beredar di Indonesia adalah :

  • Vaksin Hepatitis A.
  • Vaksin Hepatitis B.
  • Vaksin Polio.
  • Vaksin Campak.
  • Vaksin PCV / Pneumococcal Conjugate Vaccine.
  • Vaksin MMR / Mumps , Measles dan rubella.
  • Vaksin Varicella.
  • Vaksin HPV / Human Papilloma Virus.
  • Vaksin DPT / Difteri, Pertusis, Tetanus.
  • Vaksin BCG / Bacillus Calmette Guerin.
  • Dll.

Ke 10 vaksin di atas adalah vaksin yang memang umum diberikan kepada kita dari mulai umur bayi sampai dewasa dengan harapan terhindar dari penyakit-penyakit tertentu.

Tapi terkadang orang-orang masih banyak yang tabu dan enggan untuk melakukan suntik vaksinisasi terhadap tubuh anak kita atau tubuh kita sendiri dengan alasan beragam yang itu juga belum tentu benar karena di masyarakat saat ini beredar banyak mitos dan fakta vaksin.

Baca Juga >>>  Manfaat Tempe Bagi Tubuh

Berikut adalah beberapa mitos dan fakta vaksin yang banyak beredar di masyarakat.

  • Mitos: Menganggap sebagian penyakit tidak membahayakan.

Fakta: Semua jenis penyakit yang di vaksinisasi kepada anak merupakan penyakit yang cukup membahayakan dan memang mengancam kelangsungan hidup anak kita. Beberapa jenis penyakit seperti campak dan pertusias merupakan jenis penyakit yang sudah terjangkit ke lebih dari 10.000 orang di dunia dan 10 % dari jumlahnya meninggal dunia karena penyakit ini. Oleh karena itu harus perlu edukasi secara menyeluruh kepada para orang tua untuk tidak menyepelekan akan vaksin dan juga penyakit yang memang bisa menyebabkan nyawa anak kita terancam.

  • Mitos: Banyak orang tua mengira penyakit seperti campak sudah tidak ada dan tidak perlu di vaksin lagi.

Fakta: Segala jenis penyakit yang di vaksin memiliki kemungkinan datang lagi meskipun kita sudah vaksin seluruh orang di Indonesia. Di Indonesia sendiri sebagai contoh  pada tahun 2010 sudah berhasil menurunkan resiko kematian karena campak sebesar 90% yang berarti pemerintah berhasil menerapkan vaksinisasi terhadap anak-anak. Meskipun memiliki angka yang cukup tinggi bukan tidak mungkin penyakit campak datang karena beberapa hal seperti adanya proses imigrasi dari luar negeri ke Indonesia yang dimana orang itu membawa virus virus tertentu yang sudah di pastikan akan menyebar kepada anak-anak kita. Jadi meski wabah virus seperti campak atau yang lainnya sudah tidak ada kejadian , namun vaksinisasi sangatlah perlu guna mencegah akan terlular dari virus bawaan turis mancanegara.

  • Mitos: Lebih bagus memberikan 1 vaksin dari pada secara kombinasi

Fakta: Dalam hal ini kombinasi vaksin, seseorang yang di berikan vaksin bisa mendapat perlindungan dari berbagai  jenis penyakit dengan satu kali vaksin yang  memang lebih efektif. Seperti contohnya termasuk MMR atau measles, mumps dan rubella dan juga vaksin 5 in 1 yaitu difteri, tetanus, pertusis, polio, penyakit Hib. Dalam berbagai studio adalah tingkat ke efektifan vaksin kombinasi seperti yang sudah di sebutkan di atas adalah sangatlah baik karena akan sangat efektif dari pada kita memberikan vaksin 1 persatu yang bisa dikatakan lebih memakan waktu dan juga biaya yang lebih.

  • Mitos: Vaksin tidak di uji dan memiliki resiko terkena penyakit lainnya
Baca Juga >>>  Manfaat Jinten Hitam Yang Tidak Banyak Diketahui Orang!

Fakta: Vaksin yang beredarnya di Indonesia sudah dipastikan melalui banyak tahapan agar bisa lolos bahwa vaksin itu aman dan bisa di berikan kepada masyarakat banyak. Tidak tanggung-tanggung badan yang menyetujuinya pun adalah kementerian kesehatan yang dimana sudah dipastikan kementerian kesehatan adalah Lembaga tertinggi untuk penilaian mutu vaksin itu sendiri.

  • Mitos: Vaksin tidak ada label halalnya

Fakta: Dalam Fatwanya  Majelis Ulama Indonesia sudah menerbitkan Fatwa tentang imunisasi yaitu fatwa Nomor 4 tahun 2016 tentang penilaiannya terhadap imunisasi. Fatwa telah sah dan diterbitkan pada 23 Januari 2016. Dalam fatwanya tersebut MUI menyatakan imunisasi  atau vaksinisasi adalah salah satu  jenis proses atau upaya  untuk meningkatkan sistem imun tubuh terhadap penyakit tertentu dengan cara memasukkan vaksin melalui injeksi atau suntikan. Imunisasi pada dasarnya dibolehkan /mubah sebagai bentuk usaha untuk mewujudkan kekebalan tubuh yang extra dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu bisa masuk kedalam tubuh kita.

  • Mitos: Kandungan Thimerosal adalah jenis zat yang dapat menyebabkan autisme.

Fakta:  Tidak ada bukti secara pasti tentang hubungan thimerosal  atau pengawet yang pernah digunakan dalam vaksin terhadap penyakit autisme atau gangguan perkembangan lainnya di dalam tubuh. Selain itu juga, thimerosal itu sendiri belum digunakan pada vaksin balita selama bertahun-tahun. Namun jumlah anak yang mengidap autis terus meningkat, bahkan setelah penggunaan thimerosal dihentikan dalam vaksin.

  • Mitos: Asi bisa sebagai pengganti vaksin

Fakta: Menyusui bukanlah pengganti vaksin yang sebenarnya. Menyusui hanya dapat memberikan beberapa perlindungan kepada bayi terhadap infeksi tertentu, terutama infeksi pernapasan, infeksi telinga dan diare yang biasanya menyerang bayi.

Berikut di atas adalah beberapa mitos dan fakta seputar vaksin.

About ivink3aray

Hobi explore hal baru, dan suka menulis tentang kesehatan di sekitar kita

View all posts by ivink3aray →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *