Kenali Tanda Terjadinya Pembekuan Darah

kenali tanda terjadinya pembekuan darah  adalah sebuah cara agar kita bisa terhindar dari beberapa marabahaya tentang adanya gangguan pada pembekuan darah pada tubuh kita.

Gangguan pembekuan darah atau yang sering disebut dengan trombofilia atau hiperkoagulasi merupakan penyakit yang menyebabkan pembekuan darah secara berlebihan. Maksud dari berlebihan ini adalah ketika suatu tempat yang diperlukan pembekuan darah namun pembekuan itu tidak hanya terjadi di daerah yang diperlukan pembekuan darah melainkan di barengi dengan tempat lain yang sudah pasti akan berakibat fatal apabila di diamkan.

Padahal secara medis pembekuan darah adalah salah satu cara alami tubuh kita untuk mencegah kehilangan darah secara berlebihan ketika bagian tubuh kita terluka.

Seperti contoh apabila terluka, pasca melahirkan sudah di pastikan mengeluarkan darah. Nah bagi yang memiliki gangguan pembekuan darah seperti hemofilia, hal-hal tersebut dapat menyebabkan pendarahan yang parah.

Cara kerja saat pembekuan darah pada umumnya, trombosit  atau jenis sel darah yang beredar di dalam tubuh  akan menuju ke daerah yang terluka dan berkumpul terpusat di tempat itu hingga mereka membentuk suatu sumbatan yang akan menghentikan pendarahan atau kita sebut pembekuan. Proses pembekuan ini secara medis disebut koagulasi.  Dalam proses pembekuan, zat  protein dalam tubuh juga terlibat dalam proses pembekuan darah, untuk memastikan bahwa trombosit ini saling merekat dengan baik.

Kenali Tanda Terjadinya Pembekuan Darah

Sesaat setelah pembekuan dan gumpalan darah telah terbentuk dan pendarahan telah terhenti, proses selanjutnya  gumpalan darah akan diserap kembali oleh tubuh kita dan membuat jaringan luka.

Baca Juga >>>  Manfaat Buah Stroberi Yang Menakjubkan Dan Tidak Boleh Dilewatkan

Bagi beberapa orang yang mengalami gangguan pembekuan darah, biasanya trombosit cenderung berkoagulasi malahan saat tidak ada pendarahan. Darah yang menggumpal seperti yang sudah di sebutkan di atas tidak diserap kembali seluruhnya oleh tubuh. Ketika semuanya tidak terserap oleh tubuh, gumpalan ikut ke dalam sirkulasi darah  dan kemudian menempel pada pembuluh dan dinding darah yang ditemukan di beberapa organ seperti daerah paru-paru, otak, dan daerah lainnya.

Penyebab Gangguan Pembekuan Darah

Ada beberapa penyebab seseorang terkena gangguan pada pembekuan darah  salah satu cara kenali tanda terjadinya pembekuan darah yaitu :

  • Faktor V Leiden

Faktor V merupakan salah satu faktor protein yang memiliki tanggung jawab untuk proses pembekuan pada tubuh kita. bagi siapa saja yang memiliki kelainan  genetika ini, tubuh mereka tidak dapat mematikan protein faktor V yang dimana menyebabkan pembekuan darah yang berlebihan di tempat yang tidak seharusnya.

Seberapa parah gangguan pembekuan darah pada kelainan ini tergantung pada banyaknya gen yang terpengaruh. Jika pasien hanya memiliki satu gen yang terpengaruh, resiko pembekuan darah adalah sekitar kurang lebih 8 kali lebih besar daripada orang lain yang normal. Namun  resikonya  jadi meningkat hingga 80 kali jika seseorang memiliki lebih dari satu, misalkan 2 gen yang terpengaruh. Bagi pasien yang terkena  penyakit ini biasanya juga lebih rentan terkena trombosis vena dalam atau pun DVT, yang merupakan salah satu penyakit di mana gumpalan darah terbentuk di dalam arteri vena, terutama di daerah kaki. Gumpalan darah juga dapat dilihat pada beberapa organ utama seperti ginjal, hati, dan juga otak.

  • Kurangnya Protein S dan C

Protein S dan C sangatlah dibutuhkan oleh tubuh guna mencegah penggumpalan darah pada aliran darah kita. Namun perubahan genetik mungkin bisa saja mencegah protein tersebut diproduksi oleh tubuh  dengan cukup, sehingga akan menimbulkan adanya resiko pembekuan darah secara berlebihan hingga 20 kali dari orang biasanya. Walaupun sebetulnya penyakit ini dapat terbentuk dari mulai  kecil, namun biasanya pembekuan darah akan terlihat saat memasuki masa dewasa.

  • Tingginya Kadar Homosistein

Homosistein merupakan zat asam amino yang dihasilkan oleh tubuh  kita dengan menggunakan metionin yang  bisa kita diperoleh dari  makanan seperti ikan, susu, dan daging. Dalam prosesnya metionin diubah menjadi homosistein saat memasuki aliran darah. Dengan bantuan dari kinerja vitamin B6, homosistein diubah menjadi sistein, yaitu zat asam amino yang memiliki tugas untuk menjaga bentuk atau juga susunan protein yang ada pada sel tubuh.

Baca Juga >>>  Anda Penggemar Pisang? Selamat, Ternyata Pisang Memiliki Manfaat Luar Biasa

Namun saja  untuk beberapa  alasan tubuh gagal mengubah homosistein menjadi sistein seperti yang sudah di jelaskan di atas dan malah kembali menjadi metionin.  Yang kemudian akan terdapat kenaikan kadar homosistein atau bisa di sebut hiperhomosisteinemia, yang kemudian akan meningkatkan resiko pembekuan darah dan juga beberapa penyakit lainnya seperti  stroke dan serangan jantung.

Faktor yang menyebabkan terkena kelainan pembekuan darah.

  • Obesitas

Factor yang pertama ini adalah obesitas atau kelebihan berat badan secara extreme ,beberapa ahli kedokteran menjelaskan bahwa orang yang terkena obesitas sangat rentan akan kelainan ini. Namun ada juga beberapa factor seperti gaya hidup yang banyak duduk, kurang bergerak dan berolah raga, perubahan pada kimia darah dapat memicu kelainan ini

  • Pil Keluarga Berencana (KB)

Hampir keseluruhan pil KB akan membuat kadar estrogen pada tubuh. Namun, pil KB juga meningkatkan produksi faktor koagulasi yang berarti akan menyebabkan peningkatan resiko pembekuan darah secara tidak normal

  • Aterosklerosis

Aterosklerosis ini merupakan kondisi di mana arteri kita mengeras karena timbunan plak. Timbunan plak yang biasanya  adalah plak kolesterol memiliki tutup yang pada akhirnya akan pecah. Ketika pecah, tubuh akan mengirim trombosit dan faktor koagulasi ke daerah yang terkena dampak dengan tujuan untuk memperbaiki robekan yang terjadi. Kemudian, hal itu akan membuat pembentukan gumpalan darah yang dapat semakin mempersempit jalan aliran darah pada tubuh tertentu

Berikut di atas adalah beberapa cara kenali tanda terjadinya pembekuan darah.

About ivink3aray

Hobi explore hal baru, dan suka menulis tentang kesehatan di sekitar kita

View all posts by ivink3aray →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *