Kemoterapi Kanker, Bagaimana Proses Kemoterapi dan Cara Kerjanya

Kemoterapi merupakan penggunaan obat untuk mengobati penyakit apapun. Tapi banyak orang berasumsi bahwa kata kemoterapi berarti pengobatan yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit kanker, pemberian obat kemoterapi dilakukan melalui infus.

Pembedahan dan terapi radiasi bertujuan untuk menghilangkan, membunuh, atau bahkan merusak sel kanker di daerah tertentu pada bagian tubuh penderita kanker, namun pada kenyataannya kemoterapi dapat bekerja di seluruh tubuh. hal Ini berarti kemoterapi bisa membunuh sel kanker yang telah menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh yang jauh dari tumor aslinya (primer).

Jika dokter anda merekomendasikan pengobatan kemoterapi untuk penyakit kanker anda, penting untuk memahami tujuan kemoterapi saat membuat keputusan ini. Ada tiga tujuan utama kemoterapi (kemo) dalam pengobatan kanker yaitu:

  • Menyembuhkan

Jika memungkinkan, kemoterapi digunakan untuk proses penyembuhkan kanker, yang berarti bahwa sel kanker tersebut hancur, hilang dan tidak kembali tumbuh.
Namun kebanyakan dokter tidak pernah menggunakan kata “penyembuhan” kecuali sebagai kemungkinan atau niat. Jadi, saat memberi keputusan pasien untuk menjalankan pengobatan kemoterapi, dokter mungkin menjelaskannya sebagai pengobatan dengan maksud kuratif.

Tidak ada jaminan seseorang yang menjalani proses kemoterapi akan sembuh secara total, meskipun maksud tujuan dilakukan kemoterapi adalah untuk menyembuhkan, namun pada kenyataannya tidak selalu demikian. seringkali dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengetahui apakah kanker seseorang benar-benar sembuh maka itu perlu dilakukan pengecekan bertahap mulai dari bulanan, per 3 bulan, per 6 bulan, per 1 tahun dan per 5 tahun. hal ini untuk memastikan apakah sel kanker benar-benar sudah hilang.

  • Kontrol

Jika penyembuhan kanker tidak memungkinkan, tujuannya kemoterapi mungkin untuk mengendalikan penyakitnya seperti mengecilkan tumor atau menghentikan kanker tumbuh dan menyebar.

Hal ini bisa membantu penderita kanker merasa lebih baik dan hidup lebih lama.
Dalam banyak kasus kanker tidak sepenuhnya hilang, namun dikendalikan dan dikelola sebagai penyakit kronis, seperti halnya penyakit jantung atau diabetes. Dalam kasus lain juga, kanker bahkan terlihat hilang, tapi diprediksi akan akan tumbuh kembali, oleh karena itu diperlukan kemoterapi lagi.

  • Meringankan
Baca Juga >>>  Jus Buah Bit Untuk Kanker Payudara

Kemoterapi kanker juga bisa digunakan untuk meredakan gejala yang disebabkan oleh kanker. Ini disebut kemoterapi paliatif atau meringankan. Bila penderita kanker stadium lanjut yang sel kankernya tidak terkendali dan telah menyebar ke bagian tubuh yang lain, tujuan kemoterapi adalah untuk meningkatkan kualitas hidup atau membantu orang tersebut merasa lebih baik. Misalnya, digunakan untuk membantu mengecilkan tumor yang menyebabkan rasa sakit atau tekanan.

Perencanaan Sebelum Pengobatan Kemoterapi

Sebelum memulai proses pengobatan kemoterapi biasanya dokter akan memutuskan obat atau kombinasi obat apa yang akan diberikan. Dokter juga akan memilih dosis yang tepat, bagaimana obat akan diberikan, dan seberapa sering dan berapa lama Anda akan mendapatkan perawatan kemoterapi tersebut. Semua keputusan ini akan tergantung pada jenis kanker, di mana, seberapa besar, dan bagaimana hal itu mempengaruhi fungsi tubuh normal dan kesehatan secara keseluruhan biasanya acuannya dari hasil Patologi Anatomi dan IHK (ImunoHistoKimia).

Menentukan obat kemoterapi mana yang akan digunakan ?

Dalam beberapa kasus, pilihan dosis dan jadwal untuk setiap pengobatan kemoterapi akan jelas, dokter akan merekomendasikan pengobatan yang sama. Dalam kasus lain, mungkin diperlukan penanganan khusus tergantung jenis dan stadium kankernya. Dalam kasus ini, dokter mungkin memilih kombinasi obat yang berbeda dan jadwal kemoterapi yang berbeda.

Faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih obat yang akan digunakan antara lain :

  • Jenis kankernya
  • Tahapan kanker (seberapa jauh sudah menyebar)
  • Usia pasien
  • Kesehatan pasien secara keseluruhan
  • Masalah kesehatan serius lainnya (seperti penyakit jantung, hati, atau ginjal)
  • Jenis perawatan kanker yang diberikan di masa lalu

Menentukan Dosis Kemoterapi

Sebagian besar obat kemoterapi merupakan jenis obat kuat yang memiliki rentang yang cukup sempit untuk keamanan tubuh dan efektivitas. Menggunakan dosis yang terlalu sedikit tidak akan mengobati kanker dengan baik namun terlalu banyak dapat menyebabkan efek samping yang mengancam nyawa. Untuk alasan ini, dokter harus menghitung dosis kemo dengan tepat.

Baca Juga >>>  Kentang Ungu: Makanan Lezat Bantu Kurangi Resiko Kanker Usus

Ada beberapa metode untuk menentukan dosis oabt kemo, sebagian besar obat kemo diukur dalam miligram (mg).

yang paling umum dosis diberikan berdasarkan pada berat badan seseorang dalam kilogram. Misalnya, jika dosis obat standar adalah 10 miligram per kilogram (10 mg / kg), seseorang dengan berat 110 kilogram (50 kilogram) akan mendapatkan 500 mg (10 mg / kg x 50 kg).

Beberapa dosis obat kemo juga ditentukan berdasarkan luas permukaan tubuh (BSA), yang dihitung dengan menggunakan tinggi dan berat. BSA dinyatakan dalam meter persegi (m2).

About ivink3aray

Hobi explore hal baru, dan suka menulis tentang kesehatan di sekitar kita

View all posts by ivink3aray →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *