Efek Kemoterapi Pada Mulut

Mengapa mulut dan kerongkongan dapat menjadi luka selama pengobatan kemoterapi?

Seperti halnya semua pengobatan kemoterapi juga membuat efek samping pada mulut. Iritasi pada mulut terjadi karena kemoterapi dapat mempengaruhi sel normal yang sehat menjadi  bagian sel darah putih untuk memerangi infeksi dan sel mukosa sepanjang daerah mulut dan tenggorokan hasilnya dapat menjadi iritasi pada mulut, gusi dan tenggorokan  seperti mukositis dan peradangan.

Apa tanda peradangan pada mukoda mulut?

Tanda awal mukositis di ikuti kemerahan dan bengkak (yang dapat menyebabkan pendarahan) pada lidah dan dinding mulut. Iritasi pada mulut dapat juga terjadi  7-14 hari setelah mulai kemoterapi, terutama jika diberikan dosis yang besar. Iritasi di mukut dapat juga dikarenakan infeksi oleh bakteri ya g hidup dimulut, maka sangat penting untuk menjaga oral hygiene dan juga sangat penting diingat bahwa mukositis dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan masalah nyeri atau susah untuj makan dan menelan.

Bagaimana mengobatinya?

Oral hygiene yang baik dan benar adalah sangat penting untuk mencegah infeksi. jika terjadi gejala mukositis segera beritahu dokter maka akan di beri anti nyeri dan jika perlu mengubah rencana pengobatan. sel kembali menjadi normal segera dari efek kemoterapi, luka pada mulut dapat segera disembuhkan 7 hari setelah kemoterapi berhenti.

Bagaimana cara mencegah iritasi pada mulut?

Yang dapat dilakukan

Sebelun kemoterapi dimulai ke dokter gigi untuk membersihkan dan bertanya tentang teknik untuj mencegah masalah mulut dan tenggorokan selama kemoterapi.

Pijat gusi lembut dan gunakan sikat gigi lembut  dan pasta gigi non iritasi atau pasta gigi baking soda  dan air.

Minum air cukup dan kumur-kumur dengan cairan pembersih mulut untuk mencegah bakteri mulut  berkembang dan menjaga kesehatan.

Baca Juga >>>  Kunyit Putih Ternyata Ampuh Sembuhkan Kanker!

Masak makanan seperti sup yang kental atau dipotong-potong kecil juga lunak, sehingga mudah untuk dikunyah dan ditelan.

Jaga kelembaban bibir dengan lanolin atau pelembab bibir.

 

Hal yang harus anda hindari agar tidak mengalami iritasi pada mulut setelah kemoterapi.

Jangan gunakan pembersih mulut  yang memiliki efek kuat atau banyak mengandung garam dan alkohol karena dapat menyebabkan iritasi.

Hindari makanan yang dapat menyebabkan iritasi mulut seperti jus atau buah asam, makanan pedas dan asin, makanan bertekstur kasar atau makanan kering termasuk sayuran mentah dan roti panggang.

Jangan makan makanan yang terlalu panas atau terlalu hangat.

Hindari merokok dan alkohol.

Hasil Pencarian Lainnya:

About ivink3aray

Hobi explore hal baru, dan suka menulis tentang kesehatan di sekitar kita

View all posts by ivink3aray →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *