Daun Salam, Bumbu Dapur Ampuh Lawan Kolestrol

Loading...

Daun salam merupakan bumbu dapur yang mana sudah tidak asing lagi untuk Anda, apalagi jika Anda merupakan orang yang memiliki hobi masak. Tentu saja daun satu ini pasti sudah Anda kenali, pasalnya daun salam hanya ada di Indonesia dan juga salah satu bumbu dapur yang akan membuat masakan terasa lebih sedap dan lezat. Daun salam memiliki nutrisi yang penting seperti, fitonutrien, rutin, salisilat, asam caffeic yang mana ke empat nutrisi ini sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah kanker serta stroke.

Selain itu daun salam juga mengandung antioksidan yang mana sangat baik untuk menjaga tubuh dari serangan radikan bebas. Selain itu, Anda juga bisa menemukan kandungan flavonoid di dalam daun salam. Flavonoid baik untuk menormalkan darah serta baik bagi penderita hipertensi.  Daun salam juga mengandung vitamin A dan C yang dibutuhkan oleh tubuh. Bagi Anda yang menderita kolestrol tinggi maka Anda bisa mengkonsumsi daun salam. Caranya juga cukup mudah yaitu dengan merebus daun salam sebanyak 10 lembar dengan tiga gelas air. Biarkan sampai air rebusan tinggal satu gelas lalu minum air rebusan daun salam sehari dua kali.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro menyatakan bahwa mengkonsumsi daun salam sesuai dengan dosis yang tepat dan tidak berlebihan dapat menurunkan kolestrol. Hal ini dikarenakan daun salam mengandung tanin, flavonoid dan juga saponin. Quercetin merupakan kandungan yang terdapat dalam flavonoid, yang mana antioksidan yang sangat kuat untuk mencegah terjadinya oksidasi dari lemak jahat atau LDL (low density lipoprotein).

LDL merupakan kolestrol jahat yang mana dapat menyumbat pembuluh darah. Selain itu dengan adanya tanin pada daun salam juga berfungsi sebagai hipokolesterolemi, astringen dan antiokasidan. Ketika tanin bereaksi dengan protein mukosa dan juga sel eptile usus maka yang terjadi adalah usus dapat menyerap lemak dalam tubuh. Sedangkan senyawa saponin berguna untuk mengikat kolestrol bersama asam empedu sehingga dapat menurunkan kadar kolestrol dalam darah.

Baca Juga >>>  Sama-sama ditularkan oleh nyamuk, tapi malaria dan DBD itu beda loh!

Bahkan As’ari Nawawi PhD, salah satu peneliti di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung juga membenarkan bahwa kandungan asiri dan tanin yang dimiliki daun salam sangat baik untuk menurunkan kolestrol. Pidrayanti, seorang peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro juga menyatakan bahwa zat aktif yang ada pada daun salam juga mampu merangsang sekresi cairan empedu yang mana dapat membuat kolestrol keluar bersama dengan cairan empedu menuju usus. Zat aktif ini juga dapat merangsang sirkulasi darah yang mana dapat mengurangi terjadinya pengendapan lemak pada pembuluh darah. Untuk kolestrol sendiri biasanya akan terasa saat Anda mengkonsumsi makanan berlemak tinggi yang mana akan membuat gejala awal punggung dan dapat memicu jantung koroner karena pembuluh darah menyempit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *