Bayi atau anak dengan ikterus (bayi kuning)

tanda bayi kuning yang normal

bayi kuning atau Ikterus neonatorum merupakan suatu kondisi perubahan warna menjadi kuning yang terjadi pada bayi yang baru lahir. Hal ini dapat terjadi pada tubuh bayi yang memiliki kadar bilirubin yang sangat tinggi. Kondisi ini dapat terlihat pada Perubahan warna pada mata, rongga mulut, dan kulit bayi yang terkena ikterus neontorum.

Bayi atau anak dengan ikterus (bayi kuning)

Ikterus neonatorum dapat bersifat normal dan tidak normal pada bayi yang baru lahir  yang dapat menyebabkan mengancam nyawa bayi tersebut. Ikterus neonatorum banyak ditemukan pada orang-orang yang memiliki ras asia dibandingkan dengan ras kulit putih atau negro. Ikterus neonatorum pun sering terjadi pada bayi yang lahir premature dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan cukup bulan.

Gejala bayi kuning

Gejala utama ikterus neonatorum yang dapat kita lihat pada bayi adalah perubahan warna menjadi kuning yang dapat dilihat pada mata, rongga mulut, dan kulit. Perubahan ini biasanya berawal tampak dari mata lalu apabila gejala makin berat dapat menjalar hingga ke dada, perut, tangan, paha, hingga ke telapak kaki. Penting untuk kita mengetahui kapan awal mula terjadinya kuning pada bayi tersebut karena dapat menentukan apakah ikterus neonatorum tersebut bersifat fisiologis (normal) atau bersifat patologis (tidak normal).

Beberapa gejala ikterus neonatorum yang bersifat fisiologis (normal):

  1. Biasanya Gejala kuning muncul pertama kali lebih dari 24 jam setelah bayi lahir;
  2. Kenaikan kabar bilirubin yang terjadi < 5 mg/dL;
  3. kenaikan kadar bilirubin muncul di hari ke 3-5 dengan kadar bilirubin < 15 mg/dL;
  4. Gejala kuning yang muncul akan menghilang dalam waktu 1 minggu untuk bayi lahir dengan cukup bulan dan 2 minggu pada bayi yang premature.

Sedangkan untuk gejala ikterus neonatorum yang bersifat patologis (tidak normal) selain dari gejala-gejala yang terjadi pada ikterus neonatorum yang bersifat fisiologis dan memerlukan evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut lagi. Pemeriksaan tersebut sangat berguna untuk mengetahui penyebab terjadinya ikterus neonatorum yang bersifat patologis ini.

Penyebab bayi kuning

Pada prosesnya , bayi yang baru saja lahir terjadi perubahan atau transformasi dari sel darah merah di dalam kandungan ibu ke sel darah merah di luar kandungan. Dalam jumlah yang sangat besar sehingga produksi dari sel bilirubin indirect menjadi lebih tinggi  dari biasanya. Selain itu juga keadaan usus bayi  yang baru lahir masih sangat bersih dan belum berdapat kuman yang dapat mengubah bilirubin agar bisa terbuang bersama kotoran.  Selain itu juga pergerakan akan tubuhnya pun belum maximal sehingga sel atau zat bilirubin direk terserap kembali melalui usus dan masuk ke hati.

Jumlah kadarbilirubin indirek yang  cukup tinggi dapat berbahaya karena, sel bilirubin tersebut bisa masuk dan menembus bagian sawar otak sehingga menimbulkan masalah baru yaitu kernikterus  yang dapat mengancam nyawa.

Selain adanya faktor karena proses tidak normal dari perubahan sel darah merah di dalam kandungan menjadi sel darah merah di luar kandungan, ikterus neonatorum dapat bersifat patologis karena disebabkan oleh beberapa faktor lain  yaitu:

  1. Inkompatibilitas dari golongan darah, inkompatibilitas rhesus. Hal ini terjadi apabila terjadi perbedaan antara golongan dara ibu dengan golongan darah atau rhesus bayi sehingga terjadi penghancuran dari sel darah merah abnormal sehingga mudah pecah atau hancur.
  2. Adanya gangguan enzim di dalam sel darah merah
  3. Terdapat lebam yang luas di kepala karena proses persalinan yang lama atau juga penggunaan vakum dalam proses persalinan;
  4. Infeksi yang sangat berat;
  5. Sumbatan pada saluran pencernaan.
  6. Kurangnya pemberian asi ibu saat awal-awal proses menyusui
cara menghilangkan kuning pada bayi
cara menghilangkan kuning pada bayi

Pengobatan ikterus neonatorum

  • Pengobatan pada bayi yang mengalami ikterus neonatorum yang bersifat normal atau fisiologis. Bayi dapat dijemur di bawah sinar matahari pagi antara 7-9 pagi selama 15 menit. Sinar matahari yang mengandung sinar biru-hijau yang dapat mengubah bilirubin indirek menjadi bilirubin yang lebih mudah dibuang. Selain itu, matahari pagi berguna sebagai sumber vitamin.
  • Sedangkan pada bayi yang mengalami ikterus neonatorum yang bersifat tidak normal atau patologis memiliki kadar bilirubin indirek yang sangat tinggi biasanya dilakukan fototerapi dengan menggunakan sinar berwarna biru-hijau. Sinar yang berwarna biru – hijau dapat mengubah bilirubin indirek agar menjadi bentuk bilirubin yang lebih mudah buang hingga keluar dari dalam tubuh. Pada kasus ini kita bisa Mendeteksi secara dini pada bayi yang memiliki resiko tinggi pada ikterus neonatorum serta dapat melakukan fototerapi lebih dini. Namun jika bayi masih memiliki bilitubin indirek tinggi meski telah melakukan fototerapi, biasanya akan dilakukan transfusi tukar agar bilitubin dapat menurun.

Berikut di atas adalah beberapa penjelasan mengenai bayi atau anak dengan icterus atau sering di sebut bayi kuning . di indonesia sendiri ada beberapa kejadian tentang hal ini , namun dalam beberapa tahun terakhir berkurang karena kemajuan atau kemudahan masyarakat dalam mengakses atau pergi ke dokter lebih cepat.

Selain itu juga asupan nutrisi dan gizi untuk ibu hamil dan ibu menyusui cukup seimbang yang memang berdampak pada hasil dari bayinya yang sehat dan juga terbebas dari berbagai macam ancaman penyakit yang aneh.

 

Hasil Pencarian Lainnya:

About ivink3aray

Hobi explore hal baru, dan suka menulis tentang kesehatan di sekitar kita

View all posts by ivink3aray →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *