Apa Penyebab Gegar Otak ?

Kita sering mendengar bahwa seseorang mengalami gegar otak setelah mengalami sebuah kejadian seperti kecelakaan, benturan atau terjatuh. Tapi tahukah Anda, apa sebenarnya gegar otak itu? bagaimana cara mengenali gejalanya serta cara pengobatannya? Nah, untuk mengetahuinya sebaiknya simak ulasan dan rangkuman kami mengenai gegar otak pada artikel berikut ini.

Apa itu gegar otak?

Gegar otak adalah suatu cedera yang disebabkan ketika otak yang berada didalam tengkorak kepala yang dilindungi oleh cairan serebrospinal mengalami benturan yang tidak terduga sehingga mengakibatkan terguncangnya otak dan mencederai otak.

Gegar otak atau dalam bahasa medis disebut Konkusio juga memiliki arti sebuah cedera pada bagian kepala yang biasa terjadi pada beberapa orang yang memiliki profesi sebagai olahragawan yang memiliki aktifitas fisik yang tinggi. Namun, pada beberapa kasus gegar otak juga terjadi akibat benturan akibat kecelakaan, berkelahi, terjatuh dari suatu tempat serta aktifitas lainnya yang secara sengaja atau tidak sengaja membuat kepala mengalami benturan. Akibat dari kejadian tersebut, seseorang akan mengalami gegar otak mulai dari ringan hingga berat.

Gegar otak juga dapat diartikan sebagai perubahan bentuk posisi otak didalam tengkorak kepala, dimana otak seperti mengambang dan bergeser karena benturan yang terjadi. Tingkat keparahan gegar otak dapat langsung dilihat sesaat setelah kejadian atau benturan terjadi. Ketika gegar otak masuk kategori parah atau berat, seseorang yang mengalaminya akan kehilangan kesadaran atau dalam bahasa medis disebut Jarring. Namun gegar otak ringan tidak akan menimbulkan kehilangan kesadaran, sehingga orang yang mengalaminya masih dapat memeriksakan dirinya sendiri.

Gegar otak akan mengakibatkan terjadinya beberapa perubahan fungsi otak sehingga otak tidak dapat bekerja secara optimal dan mengakibatkan berkurangnya aktifitas seperti cara kerja otak, fungsi sensorik, serta fungsi organ sistem saraf otak juga akan menimbulkan beberapa gejala yang bersifat sementara. Gejala yang akan dirasakan oleh seseorang ketika mengalami gegar otak antara lain :

  • Sakit kepala yang bisa saja mengakibatkan hilangnya ingatan
  • Mual hingga muntah
  • Telinga yang berdengung dan mengakibatkan pusing atau sakit pada beberapa area kepala
  • Merasakan kantuk serta lelah yang berlebih sehingga koordinasi antara pikiran dan tubuh menjadi terganggu
  • Menurunnya tingkat kosentrasi dan keseimbangan tubuh
Baca Juga >>>  Fakta nyata ternyata kurang tidur dapat membunuh kita

Contoh gegar otak yang terjadi pada Fernando Torres

Jenis-jenis Gegar Otak

Cedera gegar otak yang terjadi pada seorang manusia memiliki beberapa jenis yang digolongkan berdasarkan tingkat keparahan atau tingkat kerusakan yang terjadi pada otak itu sendiri. Tingkat kerusakan yang terjadi ini dapat dilihat pada saat seseorang yang mengalami gegar otak, apakah masih memiliki kesadaran atau keseimbangan tubuh. Ketika gegar otak terjadi dan tidak mengakibatkan hilangnya kesadaran, maka dapat dipastikan gegar otak tersebut dalam kategori ringan. Namun ketika seseorang telah kehilangan kesadaran maka gegar otak yang Ia alami masuk kategori berat.

Berikut ini jenis atau tingkat gegar otak yang terjadi pada manusia beserta gejalanya.

  • Gegar otak ringan

Gegar otak ringan yang dialami seseorang tidak akan mengakibatkannya kehilangan kesadaran. Gegar otak yang satu ini hanya akan memberikan beberapa gejala yang mungkin timbul beberapa saat saja.

  • Gegar otak sedang

Gegar otak dengan tingkat kerusakan sedang juga tidak akan mengakibatkan kehilangan kesadaran. Tapi gejala yang ditimbulkan dapat terjadi lebih lama dari gejala yang timbul pada gegar otak ringan.

  • Gegar otak berat

Gegar otak dengan tingkat berat akan mengakibatkan kehilangan kesadaran selama beberapa saat bagi seseorang yang mengalami cedera ini. Gegar otak berat akan menimbulkan beberapa gejala seperti kejang – kejang, keluar darah dari hidung atau telinga, bola mata yang tidak bergerak, kondisi otot menjadi lemah atau terjadi kelumpuhan sementara, ukuran pupil mata kiri dan mata kanan berbeda, hingga berujung pada hilangnya kesadaran dalam waktu yang lama.

Dari ketiga jenis gegar otak diatas, yang paling berbahaya tentunya adalah gegar otak dengan tingkat kerusakan atau cedera otak kategori berat. Ketika mengalami hal tersebut, segeralah untuk melakukan pertolongan pertama seperti membawa penderita gegar otak kerumah sakit. Namun jika jarak dari tempat kejadian ke rumah sakit terlalu jauh, Anda dapat melakukan beberapa langkah penanganan awal seperti :

Baca Juga >>>  Butuh Sumber Probiotik? Berikut 4 Jenis Makanan Yang Bisa Dikonsumsi!

Penanganan Pertama Penderita Gegar Otak

  • Hentikan aktivitas

Sewaktu Anda mengalami benturan dibagian kepala dengan keras dan tiba-tiba, hentikanlah seluruh aktivitas dan tenangkan diri Anda dengan cara duduk dan menarik nafas secara perlahan dan hembuskan kembali. Lakukan secara berulang. Setelah Anda merasa pulih, sebaiknya Anda tidak melanjutkan aktivitas tersebut karena kemungkinan besar gegar otak akan kembali terjadi ketika aktivitas tersebut Anda lanjutkan.

  • Jangan meminum obat sembarangan

Ketika Anda merasa bahwa gegar otak yang Anda alami adalah cedera ringan dan tidak perlu ke dokter atau rumah sakit, maka sebaiknya beristirahatlah dengan total dan jangan meminum obat apapun secara sembarangan. Obat – obatan yang Anda minum tanpa anjuran dari dokter dan tidak memiliki resep dokter kemungkinan besar akan memperparah cedera yang Anda alami karena bisa saja obat yang Anda minum mengandung Aspirin yang dapat menimbulkan pendarahan pada otak.

  • Suruh sahabat atau keluarga mengawasi Anda

Ketika Anda mengalami gegar otak dan kesadaran Anda tidak terganggu, sebaiknya berantisipasilah dengan menyuruh sahabat atau keluarga Anda untuk mengawasi Anda. Fungsinya adalah ketika sewaktu – waktu Anda mengalami gejala – gejala lain yang timbul setelah benturan terjadi, sahabat atau keluarga Anda dapat memberikan pertolongan kepada Anda.

  • Hubungi dokter

Jika mengalami gejala – gejala seperti yang kami tuliskan diatas pada awal artikel ini, sebaiknya segera menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Karena gejala awal yang timbul bisa saja akan mempengaruhi fungsi dari otak serta tubuh Anda. Lebih baik berkonsultasi dengan dokter yang berpengalaman daripada menganggap bahwa cedera Anda tidak parah. Ikuti seluruh saran dan anjuran dari dokter untuk mempercepat pemulihan diri dan otak Anda. Pemulihan yang dilakukan dengan saran dokter akan memberikan dampak positif bagi Anda, karena fungsi otak akan normal kembali dan gangguan atau akibat yang terjadi juga dapat lebih diminimalisir.

Baca Juga >>>  5 hal yang harus kamu ingat, agar berat badan tidak gampang naik ketika liburan

Tujuan dari pengobatan yang dilakukan oleh dokter sendiri adalah untuk meringankan cedera yang terjadi pada otak sehingga fungsi otak akan kembali secara perlahan dan normal kembali. Selain itu, penanganan yang diberikan dokter juga akan membuat Anda gegar otak tetap merasa nyaman dan aman. Biasanya Anda akan diberikan obat – obatan yang mengandung asetaminofen untuk meringankan rasa sakit yang dialami.

Pada saat Anda sudah kembali pulih, sebisa mungkin untuk menghindari aktivitas berat untuk mencegah terjadinya gegar otak. Sebenarnya gegar otak dapat dicegah dengan cara selalu melindungi kepala Anda ketika melakukan aktivitas apapun, telebih lagi aktivitas dengan pergerakan fisik yang banyak. Selain dengan melindungi kepala, bagian tubuh Anda yang lain juga harus Anda lindungi, karena bisa saja tubuh Anda mengalami benturan yang sangat kuat sehingga kepala Anda juga ikut berguncang.

About ivink3aray

Hobi explore hal baru, dan suka menulis tentang kesehatan di sekitar kita

View all posts by ivink3aray →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *