8 Jenis penyakit yang tidak akan di cover BPJS

Penyakit yang tidak akan di cover BPJS

Program kesehatan yang di gagas pemerintah yaitu BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan mulai mewacanakan untuk tidak mengcover/menanggung beberapa jenis penyakit kronis yang menguras biaya pengobatan, hal ini diungkapkan pertama kali oleh Direktur Utama BPJS Bpk Fahmi Idris. hal ini di karenakan beberapa penyakit tersebut merupakan jenis penyakit kronis yang paling banyak menghabiskan biaya pengobatan.

Bpk Fahmi menjelaskan contoh kecil seperti penyakit Jantung yang dapat menghabiskan biaya sekitar 150 juta untuk satu kali operasinya, dan juga cuci darah 2 kali seminggu bisa memakan biaya sekitar 8 juta dan hal ini diungkapkannya bisa dilakukan selama seumur hidup oleh pasien. jadi bisa di bayangkan berapa total biaya yang harus di tanggung oleh BPJS Kesehatan untuk jenis penyakit kronis ini, luar biasa besar.

8 Jenis penyakit yang tidak akan di cover BPJS

Beberapa tipe jenis penyakit kronis lain yang rencananya tidak akan di tanggung lagi oleh BPJS Kesehatan adalah :

  • Penyakit Jantung
  • Penyakit Kanker
  • Penyakit Gagal Ginjal
  • Penyakit Stroke
  • Penyakit Thalasemia
  • Penyakit Sirosis Hati
  • Penyakit Leukemia
  • Penyakit Hemofilia

Bapak Fahmi menjelaskan untuk 8 penyakit yang disebutkan tadi semua sudah menghabiskan dana dengan total 7,485 triliun. sebagai solusi dari masalah pembengkakan pembiayaan dana BPJS ini dia mengungkapkan solusi pemecahannya dengan menggunakan “Cost Sharing” jadi pasien peserta BPJS akan di kenakan sebagian dari biaya pengobatannya. untuk porsi pembagiannya sendiri masih belum di ketahui karena pihak BPJS sendiri baru akan merinci pada akhir tahun ini.

Fahmi juga menjelaskan bahwa Cost Sharing ini hanya akan dikenakan pada jenis peserta BPJS mandiri saja dan dengan jenis penyakit tertentu tidak kepada semua peserta BPJS. seperti yang kita tahu bahwa untuk dapat menggunakan fasilitas BPJS ini pasien harus pertama kali datang ke FasKes (Fasilitas Kesehatan) tingkat 1 dulu seperti puskesmas/klinik tempat pasien mendaftar, jika penyakit yang di derita pasien tidak bisa di tangani pada faskes tingkat 1 ini baru akan di rujuk ke faskes tingkat 2 seperti rumah sakit umum tipe B dan C, jika masih belum bisa di tangani seperti peralatan yang tidak lengkap maka jalan terakhir di rujuk ke faskes tingkat 3 yaitu rumah sakit tipe A yang memiliki peralatan paling lengkap seperti RSUD.

Baca Juga >>>  Wow, Ternyata Puasa Senin Kamis Memiliki Manfaat Luar Biasa!

Lalu bagaimana sih jika pasien memiliki penyakit yang harus segera di tangani dan harus di larikan ke UGD (Unit Gawat Darurat) apakah tetap harus melewati langkah demi langkah seperti yang di jelaskan di atas tadi ? kalau mengikuti prosedur tentu akan sangat repot sekali. sebenarnya bisa saja jika pasien ingin langsung dilarikan ke UGD tentunya memang benar-benar dalam keadaan darurat dan tenyata hal ini bisa di cover langsung oleh BPJS tetapi dengan syarat harus memiliki kriteria penyakit seperti di bawah ini :

A. Kriteria Gawat Darurat Bagian Anak/Pediatri

Anemia sedang/berat
Apnea/gasping (henti napas)
Bayi/anak dengan ikterus (bayi kuning)
Bayi kecil/prematur
Cardiac arrest / payah jantung (
Cyanotic Spell (tanda penyakit jantung)
Diare profus (lebih banyak dari 10x sehari BAB cair)
Difteri (penyakit pernapasan dengan gejala demam, mual, muntah, nyeri tenggorokan, dll)
Murmur/bising jantung, Aritmia
Edema/bengkak seluruh badan
Epitaksis (mimisan), dengan perdarahan lain disertai demam
Gagal ginjal akut
Gangguan kesadaran dengan fungsi vital yang masih baik
Hematuria (gejala urin berwarna merah/cokelat)
Hipertensi berat
Hipotensi atau syok ringan hingga sedang
Intoksikasi atau keracunan (misal: obat serangga)
Intoksikasi disertai gangguan fungsi vital
Kejang dengan penurunan kesadaran
Muntah profus (lebih banyak dari 6x dalam satu hari)
Panas/demam tinggi yang sudah di atas 40°C
Sangat sesak, gelisah, kesadaran turun, sianosis dengan retraksi hebat otot-otot pernapasan
Sesak tapi dengan kesadaran dan kondisi umum yang baik
Syok berat, dengan nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak terukur
Tetanus
Tidak BAK/kencing lebih dari 8 jam
Tifus abdominalis dengan komplikasi

 

B. Kriteria Gawat Darurat Bagian Obstetri Ginekologi (Kebidanan & Kandungan)

Abortus (aborsi, keguguran)
Distosia (kesulitan melahirkan normal)
Eklampsia (keracunan kehamilan gejalanya tensi tinggi, sakit kepala, muntah, dll)
Kehamilan ektopik terganggu (KET) (hamil di luar kandungan)
Perdarahan antepartum
Perdaragan postpartum
Inversio uteri (kondisi rahim terbalik atau alami gangguan)
Febris puerperalis (peradangan di semua alat genitalia, suhu tubuh tinggi)
Hiperemesis gravidarum dengan dehidrasi (mual muntah parah)
Persalinan kehamilan risiko tinggi dan/atau persalinan dengan penyulit

 

C. Kriteria Gawat Darurat Bagian Bedah

Abses serebri
Abses submandibula
Amputasi penis
Anuria
Appendiksitis akut
Atresia Ani
BPH dengan retensi urin
Cedera kepala berat
Cedera kepala sedang
Cedera vertebra/tulang belakang
Cedera wajah dengan gangguan jalan napas
Cedera wajah tanpa gangguan jalan napas namun termasuk:

{a} patah tulang hidung terbuka/tertutup;

{b} Patah tulang pipi (os zygoma) terbuka dan tertutup;

{c} Patah tulang rahang (os maksila dan mandibula) terbuka dan tertutup;

{d} luka terbuka di wajah
Selulitis
Kolesistitis akut
Korpus alienum pada: {a] intra kranial; {b} leher; {c} dada/toraks; {d} abdomen; {e} anggota gerak; {e} genital
Cardiovascular accident tipe perdarahan
Dislokasi persendian
Tenggelam (drowning)
Flail chest
Fraktur kranium (patah tulang kepala/tengkorak)
Gastroskisis
Gigitan hewan/manusia
Hanging (terjerat leher?)
Hematotoraks dan pneumotoraks
Hematuria
Hemoroid tingkat IV (dengan tanda strangulasi)
Hernia inkarserata
Hidrosefalus dengan peningkatan tekanan intrakranial
Penyakit Hirschprung
Ileus Obstruksi
Perdaraha Internal
Luka Bakar
Luka terbuka daerah abdomen/perut
Luka terbuka daerah kepala
Luka terbuka daerah toraks/dada
Meningokel/myelokel pecah

Trauma jamak (multiple trauma)
Omfalokel pecah
Pankreatitis akut
Patah tulang dengan dugaan cedera pembuluh darah
Patah tulang iga jamak
Patah tulang leher
Patah tulang terbuka
Patah tulang tertutup
Infiltrat periapendikuler
Peritonitis generalisata
Phlegmon pada dasar mulut
Priapismus
Perdarahan raktal
Ruptur tendon dan otot
Strangulasi penis
Tension pneumotoraks
Tetanus generalisata
Torsio testis
Fistula trakeoesofagus
Trauma tajam dan tumpul di daerah leher
Trauma tumpul abdomen
Traumatik amputasi
Tumor otak dengan penurunan kesadaran
Unstable pelvis
Urosepsi

 

D. Kriteria Gawat Darurat Bagian Kardiovaskuler (Jantung & Pembuluh Darah)

Aritmia
Aritmia dan rejatan/syok
Korpulmonale dekompensata akut
Edema paru akut
Henti jantung
Hipertensi berat dengan komplikasi (misal: enselofati hipertensi, CVA)
Infark Miokard dengan kompikasi (misal: syok)
Kelainan jantung bawaan dengan gangguan ABC
Krisis hipertensi
Miokardititis dengan syok
Nyeri dada (angina pektoris)
Sesak napas karena payah jantung
Pingsan yang dilatari oleh penyakit/kelainan jantung

 

E. Kriteria Gawat Darurat Bagian Mata

Benda asing di kornea mata/kelopak mata
Blenorrhoe/ Gonoblenorrhoe
Dakriosistisis akut
Endoftalmitis/panoftalmitis
Glaukoma akut dan sekunder
Penurunan tajam penglihatan mendadak (misal: ablasio retina, CRAO)
Selulitis orbita
Semua kelainan kornea mata (misal: erosi, ulkus/abses, descematolisis)
Semua trauma mata (misal: trauma tumpul,  trauma tajam/tembus)
Trombosis sinus kavernosus
Tumor orbita dengan perdarahan
Uveitis/skleritis/iritasi

 

F. Kriteria Gawat Darurat Bagian Paru

Asma bronkiale sedang – parah
Aspirasi pneumonia
Emboli paru
Gagal napas
Cedera paru (lung injury)
Hemoptisis dalam jumlah banyak (massive)
Hemoptoe berulang
Efusi plura dalam jumlah banyak (massive)
Edema paru non kardiogenik
Pneumotoraks tertutup/terbuka
Penyakit Paru Obstruktif Menahun dengan eksaserbasi akut
Pneumonia sepsis
Pneumotorak ventil
Status asmatikus
Tenggelam

 

G. Kriteria Gawat Darurat Bidang Penyakit Dalam

Demam berdarah dengue (DBD)
Demam tifoid
Difteri
Disekuilibrium pasca hemodialisa
Gagal ginjal akut
GEA dan dehidrasi
Hematemesis melena
Hematochezia
Hipertensi maligna
Keracunan makanan
Keracunan obat
Koma metabolik
Leptospirosis
Malaria
Observasi rejatan/syok

 

H. Kriterita Gawat Darurat Bidang THT

Abses di bidang THT-KL
Benda asing di laring, trakea, bronkus dan/atau benda asing tenggorokan
Benda asing di telinga dan hidung
Disfagia
Obstruksi jalan napas atas grade II/III Jackson
Obstruksi jalan napas atas grade IV Jackson
Otalgia akut
Parese fasialis akut
Perdarahan di bidang THT
Syok karena kelainan di bidang THT
Trauma akut di bidang THT-KL
Tuli mendadak
Vertigo (berat)

 

I. Kriteria Gawat Darurat Bidang Syaraf

Kejang
Stroke
Meningoensefalitis

Nah, jika kita tahu aturan main dari BPJS semuanya tidak ada yang sulit hanya saja memang butuh kesabaran karena semua nya pasti butuh proses.

Baca Juga >>>  Ternyata Asam Lambung Bisa Sembuh Dengan Kunyit

Hasil Pencarian Lainnya:

About ivink3aray

Hobi explore hal baru, dan suka menulis tentang kesehatan di sekitar kita

View all posts by ivink3aray →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *